Di Tengah Pandemi Corona, Aplikasi Digital Solusi Bisnis Tak Terjungkal

Di rumah saja atau stay at home menjadi slogan yang populer dan mendunia belakangan ini.
Tak dipungkiri, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, pemerintah mengharuskan semua aktivitas dilakukan dari rumah. Mulai dari beribadah, bekerja, belajar bahkan berbelanja. Kebijakan itu untuk mencegah penularan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Pandemi virus Corona seakan ‘memukul’ beragam usaha, mulai dari toko tradisional, swalayan, restoran kafe, salon hingga mal. Bahkan, berdampak pada berbagai bisnis lainnya dengan melakukan efisiensi karena minimnya pemasukan.
Tak terelakkan, ada perusahaan harus tegah mengurangi karyawan dan bahkan terpaksa tutup sementara. Hanya segelintir yang bertahan karena menyangkut kebutuhan pokok banyak orang.
Dalam situasi dan kondisi ini, pemanfaatan aplikasi digital menjadi solusi untuk tetap menunjang bisnis agar tak terjungkal.
Tak heran, bila pemilik toko berlomba memanfaatkan berbagai aplikasi dan platform yang tersedia untuk menjual produknya secara online. Sehingga tetap bertahan mendapatkan penghasilan.
Kondisi pandemi ini, pedagang online justru ‘kebanjiran’ order. Imbauan physical distancing dan work from home membuat pelanggan ‘lari’ belanja ke platform online.
“Tak perlu keluar rumah, belanja bisa dilakukan sambil duduk santai dan barang yang dibeli akan diantar hingga depan pintu rumah,” kata Eniwati kepada penulis, Senin (27/4/2020).
Sebelum pandemi Corona, Eniwati yang berprofesi sebagai tenaga pendidik di Kabupaten Tana Toraja (Tator) Sulawesi Selatan (Sulsel) memang senang berbelanja online. Pasalnya, ia sibuk tak sempat ke toko atau pusat perbelanjaan. Belanja online karena lebih praktis dan semua kebutuhan telah tersedia.
“Intinya ada akses internet dan uang, semua tinggal order. Pun barangnya pasti datang. Saya suka belanja online di Tokopedia.Barangnya selalu up to date kekinian dan interaksi penjualnya juga ramah ,” terangnya.
Bukan rahasia lagi, konsumen di era sekarang tidak mau lagi repot dengan waktu lama. Semuanya ingin cepat dan instan. Tren gaya hidup masyarakat sudah semakin bergeser dengan kemajuan teknologi informasi di era revolusi industri 4.0.
Semuanya ingin kalau bisa selesai di ujung jari saja. Cukup duduk santai. Segala kebutuhan bisa diperoleh.
Gaya hidup seperti ini sedang jadi tren masyarakat, tidak mau banyak waktu tersita dan enggan banyak bergerak. Apalagi harus berhadapan dengan budaya antrean dan macet di jalanan.
Dari perubahan gaya hidup itu, tentu menuntut pula pada perubahan sistem bisnis yang diterapkan agar selalu bertumbuh sesuai perkembangan zaman.
Pilihan yang tepat dan menjadi keharusan melakukan akselerasi bisnis dengan menggunakan beragam aplikasi digital. Banyak pilihan aplikasi yang disuguhkan saat ini dalam menunjang bisnis.
Seperti diakui Nirmala, sebagai pebisnis online shop, dirinya sangat terbantu dengan aplikasi digital. Tak hanya untuk berjualan, tetapi juga untuk memesan barang yang dijual.
“Aplikasi digital sangat membantu. Saya bisa belanja online untuk memesan barang jualan dan juga memasarkan kembali,” ujarnya.
Urusan belanja, Nirmala juga ternyata sering lewat aplikasi Tokopodia. Sesuai pengalamannya Tokopedia lebih dari yang lain.
Dirinya juga merasa sangat terbantu dengan keberadaan Tokopedia sebagai salah e-commerce yang telah terpecaya.
“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga terjangkau untuk pelanggan saya. Jadi ini menjadi membuat saya tetap semangat menjalankan online shop hingga bisa bertahan selama 5 tahun,” tandas ibu rumah tangga yang merintis usaha online shop sejak 2015 di Kota Anggin Mammiri
Menurutnya berkat mengandakan aplikasi digital untuk berjualan online, ia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Apalagi, jelang lebaran di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Penulis pun jadi penasaran. Ada apa dengan Tokopedia? sehingga dua narasumber yang sempat diwawancara semua memuji e-commerce ini.
Padahal di Indonesia yang menjadi salah satu pasar untuk perdagangan secara online atau e-commerce yang paling luas di Asia Tenggara, ada beberapa e-commerce yang cukup branded. Tapi, justru Tokopedia malah jadi recomended.

Belanja online lewat aplikasi digital di Tokopedia (Foto: Ist)

Dari penelusuran penulis, semua rasa penasaran itu akhirnya terjawab. Ternyata memang benar, salah satu e-commerce yang paling banyak peminatnya di Indonesia adalah Tokopedia. Hal ini terbukti dari jumlah pelanggan yang semakin hari semakin bertambah.
iPrice Group merupakan situs meta-search yang melakukan riset mengenai perilaku berbelanja dengan menggunakan data rata-rata pengunjung website yang bersumber dari SimilarWeb. Menobatkan Tokopedia sebagai e-commerce dengan jumlah pengunjung web bulanan terbesar pada kuartal III 2019.
Total pengunjung web bulanan Tokopedia sebanyak 66 juta pengunjung. Peringkat kedua diraih oleh Shopee sebanyak 56 juta pengunjung dan peringkat ketiga ditempati Bukalapak sebanyak 43 juta pengunjung web bulanan.
Kenapa bisa jadi pilihan banyak masyarakat? Ternyata aplikasi Tokopedia terdapat berbagai kemudahan berbelanja. Di antaranya adalah banyaknya pilihan barang yang ditawarkan yang up to date kekinian, ada official store untuk brand resmi, mudah berinteraksi langsung dengan penjual dan juga bisa me-refund barang jika terjadi satu hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, juga menghadirkan beragam fitur pada aplikasi yang memanjakan pelanggan, terutama selama pandemi Covid-19. Semua kebutuhan seakan komplit.
Tak hanya sekedar untuk belanja produk, juga keperluan pembayaran berbagai jenis tagihan tersedia. Diantaranya mulai tagihan listrik, kartu kredit, BPJS Kesehatan hingga pengisian pulsa/token listrik. Sehingga pelanggan bisa santai duduk manja di rumah saja, kebutuhan terpenuhi dan tagihan terselesaikan.
Tak hanya aplikasinya yang sempurna, Tokopedia juga memberi peluang bisnis bagi yang tak punya modal, tapi ingin mendapatkan penghasilan. Aplikasi digital ini memiliki fitur bernama ByMe. Lewat ByMe, pembeli, penjual, ataupun pengguna yang merekomendasikan produk favoritnya di Tokopedia (ByMe Influencer) akan mendapatkan kemudahan dan manfaat.
Business Tribe Lead for Category & Content Tokopedia, Cynthia Limin di Tokopedia Tower, Jakarta, saat peluncuran, menjelaskan fitur ByMe Influencer akan mendapatkan komisi dari setiap pembelian produk yang ia rekomendasikan pada profilnya. Jumlah pembelian barang yang direkomendasikan oleh ByMe Influencer akan dimuat pada dasbor profil aplikasinya.
“Kami ciptakan peluang untuk semua orang untuk menjadi influencer, tanpa harus ada modal yang banyak. Jadi lewat sini influencer bisa monetisasi barang yang mereka rekomendasikan,” ujar Cynthia Limin.

Tokopedia hadirkan aplikasi siap siaga Covid-19 (Foto:Ist)

Perangi Covid-19 Lewat Aplikasi Digital
Mendukung kebijakan pemerintah selama pandemi Corona untuk di rumah saja, Tokopedia saat ini mewajibkan seluruh karyawan bekerja dari rumah. Hal itu ditujukan memastikan masyarakat dapat mengakses layanan Tokopedia seperti biasa dan bersama menghentikan laju penyebaran Covid-19
Pada aplikasi juga tersedia fitur ‘Siap Siaga Covid-19’ yang dapat memberikan informasi terbaru seputar Covid-19 dan cara pencegahannya.
VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak di Jakarta baru-baru ini, menjelaskan upaya lain yang dilakukan Tokopedia dalam meredam pandemi ini. Berbagai inisiatif yang melibatkan seluruh stakeholder, baik penjual maupun pembeli, lembaga kemanusiaan hingga masyarakat secara umum.
Tokopedia, sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, selalu berkomitmen mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia melalui berkolaborasi dengan para pengguna, penjual dan mitra strategis lainnya.

Gerakkan Perekonomian
Tokopedia, memperkuat komitmen untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan para pengguna, penjual dan mitra strategis lainnya.
Salah satu langkah untuk mendorong masyarakat, khususnya yang ada di Kota Makassar, termasuk dengan menghadirkan pengalaman O2O (online-tooffline atau offline-to-online), baik lewat Tokopedia Center maupun aplikasi Mitra Tokopedia di Makassar.
External Communications Lead Tokopediao, Ekhel Chandra Wijaya, pihaknya terus berkomitmen untuk menggerakkan perekonomian dalam negeri. Untuk itu, Tokopedia telah menyediakan aplikasi dengan berbagai kebutuhan untuk bisa memanjakan masyarakat Indonesia.
Kehadiran aplikasi digital dalam menunjang bisnis sangat berkontribusi penting di era sekarang dan masa mendatang dalam menggerakkan perekonomian. Karenanya dominan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kini mulai ikut menerapkan dan memanfaatkan beragam aplikasi digital.
Kemajuan teknologi informasi membuat sistem bisnis secara konvensional mulai ditinggal berlahan oleh konsumen. Sehingga menjadi keharusan dan mutlak menggunakan aplikasi digital, bila bisnis ingin terus bertahan dan bahkan berkembang di tengah persaingan.
Aplikasi digital membuat pemasaran sangat efektif dan mampu menembus pasar lebih luas. Tak hanya lokal, tetapi secara global.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel