Data internet Lancar, Cara Operator Seluler Tri Bantu Indonesia Hadapi Pandemi COVID-19

Pandemi virus corona menjadi tantangan tersendiri bagi sektor industri internet. Di kala pembatasan sosial dan bekerja dari rumah dijalankan, provider seluler mesti selalu siap memenuhi kebutuhan internet masyarakat.
Hal tersebut membuat teknisi jaringan seluler mendedikasikan dirinya seperti dokter dan perawat selama pandemi corona. Berbeda dengan pekerja pada umumnya yang bisa bekerja dari rumah, teknisi jaringan seluler mesti tetap bekerja di luar rumah untuk memastikan jaringan internet tetap lancar jaya.
Kita dapat melihat contoh dedikasi tersebut melalui teknisi jaringan Hutchison Tri Indonesia. Para teknisi ini mesti siap 24 jam untuk mencegah para pelanggan Tri mengalami gangguan jaringan selama bekerja dari rumah.
Meski tetap mengerahkan teknisinya turun ke lapangan, Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah, menjelaskan, kalau pihaknya telah menerapkan sejumlah protokol bagi teknisinya ketika bertugas. Salah satu protokol tersebut adalah penghapusan kewajiban teknisi untuk bekerja dari point of service (POS).
Menurut Danny, langkah tersebut diambil agar karyawannya tidak berkumpul untuk mengurangi risiko penularan virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.
Tri sendiri telah memiliki pusat operasi jaringan atau NOC (Network Operation Center) untuk melacak kondisi jaringannya di seluruh dunia. Teknologi NOC ini beroperasi 24/7 tanpa henti. Karena keberadaan teknologi inilah, para teknisi Tri bisa bekerja dari rumah dan hanya keluar ketika ada kerusakan perangkat keras di base transceiver station (BTS).
"Pasti ada (masalah jaringan) beberapa kejadian yang memang kita harus menurunkan para teknisi ke lapangan. Misalnya kabel fiber optic putus harus dilakukan penyambungan di lapangan. Misalnya di tower BTS ada yang rusak, di sekring-sekringnya itu kan kalau turun harus ada yang ke lapangan," kata Danny mengatakan "Ini yang biasanya terjadi dan mengharuskan para teknisi ke lapangan."
Danny menambahkan, hingga saat ini belum ada karyawan Hutchison Tri Indonesia yang terpapar virus corona. Dia pun menjelaskan kalau pihaknya telah memiliki protokol kesehatan untuk menangani kasus jika karyawan mereka ada yang terinfeksi virus corona.
Layanan Hutchison Tri Indonesia sendiri saat ini telah mencakup 32 juta pelanggan di lebih dari 33.000 desa, 3.000 kecamatan, dan 300 kabupaten di Indonesia.
Selain memastikan jaringan tetap stabil selama pandemi, perusahaan juga telah membekali BTS mereka dengan teknologi Massive MIMO 32T32R pada Maret 2020. Teknologi itu membuat kualitas dan kapasitas bandwith jaringan Tri lebih baik lagi ketika dipakai pengguna untuk video call hingga gaming selama berada di rumah.
"Menurut pengujian internal kami, teknologi Massive MIMO 32T32R meningkatkan kualitas jaringan kami hingga lebih cepat 8 kali, dengan latency 50 persen lebih cepat meski dalam jam sibuk," kata Chief Technical Officer Hutchison Tri Indonesia, Desmond Cheung.
Selama pandemi corona di Indonesia, Hutchison Tri mencatat peningkatan traffic internet untuk video call hingga 700 persen. Peningkatan traffic juga tercatat untuk layanan layanan streaming film (193 persen) dan gaming (59 persen).
Selain urusan jaringan, Hutchison Tri Indonesia juga baru-baru ini membagikan 500 kartu perdana gratis dengan kuota 25 GB bagi tenaga medis di 22 rumah sakit rujukan COVID-19 pada pertengahan Mei 2020.
Bantuan tersebut menyusul layanan akses internet gratis bagi 5.000 tenaga medis dan pasien di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran dan bantuan Rp 10 miliar kepada Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri dalam upaya mitigasi COVID-19 di Indonesia.

Sumber : https://kumparan.com/kumparantech/cara-operator-seluler-tri-bantu-indonesia-hadapi-pandemi-covid-19-1tWOrIz7Q57

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel